GRASSTRACK ID – News and Gallery

Diki Karapan: Mencari prestasi dan pengalaman

dikikarapan
Share Yuk!
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Gtxid ngobrol asik dengan Diki Ahmad Fauzi atau orang-orang lebih kenal dengan nama Diki Karapan. Kita coba mencari cerita lain dari pembalap dengan nomer start 100 ini. Yuukss simak isi #NgobrolAsik gtxid dengan Diki Karapan.

Gimana ceritanya mas kok nama balapnya Diki Karapan? Kenapa gak nama asli aja?

Nama Karapan dapet warisan dari sang kakak Adi Karapan yang lebih dulu turun di dunia GTX mas.. Arti pemilihan nama Karapan sendiri aku gak begitu paham mas, mungkin terinspirasi dari karapan sapi.. Biar ikut lari kencang untuk menang mas.

Owalaah.. Kirain dulunya nama tim gitu mas. Kalo dapat nama warisan, dulu yang ngajak ikut balap itu kakak ya mas?

Bukan mass.. Awalnya sih cuma coba ikut-ikut aja waktu latihan mas. Trus di tahun 2006 ikut kakak nonton balapan. Eh..dibuka kelas anak-anak. Yang tadinya cuma niat nonton malah jadi ikut kelas anak-anak mas. Dan kaget baru ikut balap sekali dapet juara 1. Dari situ mulai suka dan niat untuk jadi pembalap.

Terus perjalanan dari awal race itu sampe sekarang tahapannya gimana mas?

Dari awal race itu saya langsung rutin latihan mas buat race di kelas anak-anak. Alhamdulillah gak lepas dari 3 besar podium. Dari mulai SMP kelas 2 aku mulai rutin ikut balap di sekitaran Lampung dan Sumatera Selatan. Meski kalo berangkat balap harus kabur dari rumah karena gak pernah dapet izin dari ibu buat balapan hehe. Dikategori pemula banyak warna warni di lintasan mas.. Mulai dari nangis karena dimarahin, cedera patah tulang, sampai harus berfikir keras untuk punya motor sendiri di waktu itu mas. Soalnya di kelas 2 SMP aku udah harus mikirin bayar kreditan karena balap haha

Alhamdulillah setelah punya motor sendiri, dikategori pemula selalu masuk 5 besar podium. Di tahun 2010 aku naik junior di Lampung mas. Tapi dikelas junior Lampung aku gak bersinar. Kalah sama temen-temen seangkatan. Di tahun 2011 aku naik kelas senior di Lampung. Di tahun yang sama juga aku coba ikut balap di pulau Jawa mas, tepatnya waktu Grand Final Kejurnas BSB 2011. Waktu grand final itu aku gak dapet hasil apa-apa mas.

Tahun 2012 aku iseng ikut kejurnas region 2 di MPS Banten. Hasilnya bikin kaget region 2 mas karena aku langsung podium 1 di kelas standart pemula dan bebek modifikasi junior kejurnas. Gak lama dari situ aku dilirik tim JART Yogyakarta untuk jadi pembalapnya di region 2. Alhamdulilla di kategori junior selalu bisa masuk 3 besar podium, malah dari seri 1,2 dan 3 aku gak terkalahkan di podium 1. Tapi sayangnya dipertengahan jalan timku ada masalah dan harus merelakan posisi podium tertinggi junior hilang karena gak ikut main di 2 seri terakhir.  Karena posisi poinku masih di nomor 3, waktu grandfinal kejurnas Depok aku main pake motor sendiri mas. Hasilnya lumayan memuaskan, aku podium 2 di kelas junior, podium 3 di kelas 2tak senior, dan podium 3 di kelas 4 tak senior. Dari situ aku naik ke kelas senior nasional mas.

Selesai balap di pulau Jawa, aku lanjut balap disumatera. Alhamdulillah dari tahun 2012 sampai 2014 banyak mengoleksi juara umum. Mungkin ada sekitar 20 unit motor aku dapet dari juara umum. Dari tahun 2015 aku balap pakai motor sendiri mas. Meskipun seadanya tapi aku cukup menikmati proses untuk sebuah impian untuk punya motor dan tim sendiri yang kompetitif.

Seru banget mas perjalanan karirnya, salut! Oiyaa dari semua perjalanan karir itu, siapa sih lawan yang dianggap spesial? event mana yang paling berkesan? dan sirkuit mana yang paling istimewa mas?

Lawan yang paling spesial waktu kelas junior region 2 mas. Dulu itu ada Prabowo 222 dan Asip XL 36 haha. Tapi kalo lawan dilintasan yang sangat-sangat spesial itu Akbar Toufan mas.. Buat event yang paling berkesan itu Grand Final Kejurnas 2012 Depok dan seri pembuka Powertrack 2014. Lintasan paling istimewa ada 2 mas, kalo di Sumatera sirkuit BK Grup Riau. Kalo yang di Jawa Sirkuit Gopaan Pingit Jawa Tengah yang dulu buat Grand Final kejurnas 2014.

Diki Karapan kan orang Lampung. Kalo balap jauh-jauh ke Jawa apa sih yang dicari mas? Prestasi, pengalaman, atau yang lainnya?

Khusus untuk pulau Jawa aku cari prestasi, ilmu, dan pengalaman mas. Karena Jawa tempat yang paling ideal menurutku untuk semua itu. Untuk pembalap-pembalap top nasional banyak di pulau Jawa. Tim-tim besar di Jawa cocok untuk dijadikan panutan. Dan yang gak kalah penting, balapan di pulau Jawa disorot untuk seluruh Indonesia. Publikasi balap di Jawa paling berhasil, banyak media nasional yang ikut andil dalam kemajuan dunia gtx disana.

2 pertanyaan terakhir ya mas ini haha kenapa Diki Karapan memakai nomor start 100?

Nomor 100 itu nomor start pertamaku waktu kelas anak-anak dulu mas, yang aku juara 1. Aku juga punya prinsip, nomer startku 100 artinya usahaku dilintasan untuk menang juga harus 100% mas.

Last question mas.. Andaikan gak balapan, mas sekarang jadi apa?

Mungkin sekarang jadi pedagang mas kayak Bapak Ibuku hehe karena di dunia pendidikan aku gak greget mas. Aku cuma lulusan SMK, tapi jadi siswa berprestasi di akhir kelulusan. Padahal gak pernah peringkat dan sering izin hari sabtu kalo balap. Aku juga bingung dinilai darimana. Setauku kalo GANTENG gak masuk itungan prestasi akademik hahahahaha. Untuk info aja mas dari umur 6tahun aku udah ditinggal Bapakku meninggal.. Mungkin juga kalo sekarang Bapak masih ada, aku gak bakal jadi pembalap mas. Mungkin sekarang lagi dibangku kuliah sambil mikir gimana cepet kelar kuliah hahaha

Terima kasih waktunya untuk Diki Karapan 100, kita doakan karirnya semakin bagus dan impianya tercapai. Amiiinn..