Tatelu, Minahasa Utara – Perjuangan, keberanian mengambil risiko, serta dukungan penuh dari keluarga dan tim menjadi kunci keberhasilan Breifel Wales menorehkan prestasi gemilang pada Seri 2 Kejurnas Grasstrack Region Vyang berlangsung di Sirkuit Pangeran 05 McJoe Racing Team, Tatelu, Minahasa Utara. Pebalap andalan TRT – Pangeran 05 McJoe Racing Team itu sukses keluar sebagai Juara Umum Kategori PRO, sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara Kejurnas.

Keberhasilan tersebut terasa begitu spesial. Pasalnya, beberapa pekan sebelum putaran kedua digelar, Breifel masih bergulat dengan cedera yang didapat saat seri pembuka di Cleosa. Cedera itu bahkan sempat membuat peluangnya tampil di Tatelu dipenuhi tanda tanya.
Namun, seorang juara memang selalu memiliki mental berbeda. Di balik keraguan, tersimpan keyakinan bahwa kesempatan masih terbuka selama perjuangan belum berakhir.

Dengan total raihan 181 poin menjelang balapan penentuan, Breifel datang ke Tatelu sebagai pemuncak klasemen. Meski demikian, posisinya belum sepenuhnya aman. Pesaing terdekatnya, Aril Salontahe, terus memberikan tekanan sepanjang akhir pekan balapan.
Persaingan keduanya menjadi sorotan utama sejak sesi latihan hingga race terakhir. Selisih poin yang terus menipis membuat gelar Juara Umum belum bisa dipastikan hingga balapan pamungkas kelas Sport & Trail PRO.
Cedera Tak Mematahkan Semangat
Usai mengalami insiden di seri pembuka Cleosa, Breifel sebenarnya belum memiliki kepastian untuk turun di Seri 2. Kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih sehingga keputusan tampil menjadi pertimbangan besar.
Selama beberapa hari menjelang perlombaan, Breifel bersama manajemen tim melakukan berbagai evaluasi mengenai kondisi fisiknya. Salah satu diskusi penting dilakukan bersama Alan Bayo, pemilik Tim Pangeran 05 McJoe.
Setelah mempertimbangkan risiko dan peluang yang ada, akhirnya diputuskan bahwa Breifel tetap akan berlaga. Namun strategi yang diterapkan berbeda dibanding seri sebelumnya.

Alih-alih memaksakan turun di seluruh kelas, Breifel hanya difokuskan mengikuti kelas-kelas Kejurnas, demi menjaga kondisi tubuh sekaligus memaksimalkan peluang mempertahankan posisi di klasemen.
Keputusan itu terbukti menjadi langkah yang sangat tepat.
Sepanjang akhir pekan, Breifel tampil konsisten. Ia tidak selalu menjadi yang tercepat di setiap race, namun kemampuannya mengumpulkan poin demi poin menjadi pembeda dibanding rival-rivalnya.
Race Terakhir yang Menegangkan
Drama sesungguhnya terjadi pada race terakhir kelas Sport & Trail PRO. Saat itu seluruh perhatian penonton tertuju kepada dua nama besar, yakni Breifel Wales dan Aril Salontahe.
Perhitungan poin sangat jelas.
Aril harus menang sambil berharap Breifel gagal finis di posisi atas apabila ingin membalikkan keadaan. ebaliknya, Breifel memahami bahwa dirinya tidak perlu mengambil risiko berlebihan.
Dengan keunggulan poin yang dimiliki sebelum race terakhir, Breifel hanya membutuhkan finis minimal di posisi ketiga untuk memastikan gelar Juara Umum tetap berada dalam genggamannya.

Strategi itu dijalankan dengan sangat disiplin.
Sejak awal lomba, Aril tampil agresif dan berhasil memimpin jalannya balapan. Sementara Breifel memilih balapan yang lebih terukur.
Ia tidak terpancing duel yang berpotensi mengakibatkan kesalahan ataupun insiden.
Ketika bendera finis dikibarkan, Aril memang berhasil menjadi pemenang race terakhir. Namun Breifel sukses mengamankan posisi kedua.
Hasil tersebut sudah lebih dari cukup untuk memastikan dirinya keluar sebagai Juara Umum Kategori PRO.
Mario Salontahe Terkendala Dengan Motor
Dikategori PRO sebenarnya diisi oleh dominasi pembalap Sulawesi Utara, Breifel Wales berduet dengan Angga Sompie, tiga pembalap dari tim Pangeran Gold Hunter x Korua Racing Team yakni Mario Salontahe, Frando Kawung, dan Kenzi Rondonuwu, sementara Vernando Tulandi yang hadir dengan panji Firdaus Racing Team dan juga Criville Kalalo ada di kategori ini. Namun para pembalap ini mengalami berbagai kendala yang berbeda sehingga tidak bisa tersaing lebih jauh di pengumpulan poin.

Vernando yang sempat bertengger di posisi ke dua pengumpulan poin setelah moto satu selesai di hari sabtu, tak mampu berbuat banyak di moto dua setelah mengalami crash di berm dan sempat diberikan pertolongan dari tim medis.

Begitupun dengan Mario Salontahe, perlawanan demi perlawanan yang diberikan di kelas kategori PRO tak berbuah manis di klasemen akhir. Kendala teknis motor tunggangan menjadi penyebab utama. Padahal menurut Manager tim, Ivo Jayden, setelan motor sudah dimaksmalkan namun memang faktor dewi fortuna yang belum memihak.
Hadiah Istimewa untuk Sang Juara Umum PRO
Keberhasilan menjadi Juara Umum Kategori PRO tidak hanya menghadirkan kebanggaan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi luar biasa tersebut, panitia menghadiahkan satu unit motor Honda CRF Newkepada Breifel Wales. Penyerahan hadiah itu langsung disambut riuh tepuk tangan ribuan penonton yang memadati Sirkuit Pangeran 05 McJoe Racing Team.
Motor tersebut menjadi simbol dari perjuangan panjang Breifel yang harus bangkit dari cedera hingga akhirnya mampu berdiri di podium tertinggi. Hadiah tersebut juga menjadi bukti bahwa kerja keras selalu memberikan hasil yang sepadan.

Dukungan Sang Istri Menjadi Sumber Kekuatan
Di balik keberhasilan seorang atlet, selalu ada keluarga yang memberikan dukungan tanpa henti.
Hal itu juga dirasakan Breifel Wales. Menjelang race terakhir yang menentukan gelar Juara Umum, sang istri memberikan semangat yang begitu berarti. Dalam suasana penuh tekanan, ia menyampaikan dukungan sederhana namun penuh makna.
“Yang penting balapan dengan aman. Jangan memaksakan diri. Kami semua sudah bangga dengan perjuanganmu. Tetap fokus, nikmati balapannya, dan pulang dalam keadaan sehat.”
Kalimat tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi Breifel. Alih-alih terbebani dengan target juara, ia justru tampil lebih tenang.
Usai memastikan gelar Juara Umum, momen paling emosional terjadi di area paddock. Begitu turun dari motor, Breifel langsung disambut pelukan hangat sang istri Thika Kartika.
Alan Bayo: Keputusan yang Tidak Salah
Pemilik Pangeran 05 McJoe Racing Team, Alan Bayo, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih Breifel.
Menurutnya, keputusan untuk tetap menurunkan Breifel meski belum pulih 100 persen merupakan hasil diskusi panjang yang mempertimbangkan berbagai aspek.

“Kami sejak awal tidak ingin memaksakan kondisi Breifel. Keselamatan pembalap tetap menjadi prioritas. Setelah berdiskusi bersama, akhirnya diputuskan Breifel hanya fokus di kelas Kejurnas agar energinya benar-benar maksimal. Syukur alhamdulillah strategi itu berjalan sesuai rencana. Breifel membuktikan kualitasnya sebagai pembalap besar dengan tampil cerdas, tenang, dan penuh perhitungan. Kami semua bangga atas pencapaian ini.”
Alan juga berharap hasil tersebut menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Aldi Mangidar Lengkapi Juara Umum Kategori Pemula
Sementara itu Pembalap tim tuan rumah Aldi Mangidar melengkapi sapu bersih juara umum disemua kategori oleh tim Pangeran 05 McJoe Racing Team. Tampil dominan seperti halnya rekan setim yang sudah memastikan diri Juara Umum di kategori lainnya, Aldi tampil tanpa beban.

Keberhasil ini membawa berkah satu unit motor baginya sebagai hadiah juara umum kategori pemula. Aldi yang pada rangkaian event Pangeran 05 McJoe Series yang berlangsung tahun yang lalu berada di posisi runner up, kali ini berhasil menuntaskan diri sebagai yang terbaik di kategori Pemula.

