GRASSTRACK ID

Motor Injeksi Hasil Riset SGM Binjai

lavinrock 2
Motor injeksi didunia grasstrack tanah air masih sangat sedikit yang menggunakan. Selain setiap mekanik masih harus melakukan riset sendiri-sendiri, biaya riset mesin injeksi juga cukup lumayan menguras budget. Namun demikian, tidak sedikit juga mekanik yang terus mempelajari mesin injeksi untuk balap grasstrack. Salah satunya adalah Sugeng Pramono dari SGM Binjai, mekanik yang juga lulusan training injeksi di BRT ini telah menerapkan sistem injeksi dimotor yang dia pegang. Motor yamaha jupiter 2006 yang hakekatnya bukan mesin injeksi dijadikan korban riset dan dirubah menjadi mesin injeksi. Perubahan ini dilakukan karena banyak keuntungam dari sistem injeksi, diantaranya pembakaran bahan bakar akan lebih sempurna. Untuk penerapan motor injeksi di jupiter 2006, dilakukan beberapa adaptasi seperti penggunaan injektor, pump, turtle body milik vixion dan ECU menggunakan produk BRT.
image-191600
Eza Lavinrock juara umum

Motor injeksi garapan SGM Binjai diaplikasikan dan diuji langsung saat event Sumut Supergrasstrack 2016. Yang mencoba mesin injeksi baru ini adalah pembalap Eza Lavinrock, “Akselerasi motornya lebih ringan, jadi motornya bisa lebih stabil sampai lap akhir”, komentar Eza. Hasilnya motor injeksi SGM Binjai itu berhasil membawa Eza Lavinrock jadi juara umum. Yang lebih ganas lagi, Eza merebut posisi juara umum dengan hanya memakai 1 motor untuk ikut 3 kelas utama. “Kaget juga motornya bisa kuat banget buat main di 3 kelas berbeda”, ungkap Eza Lavinrock.