TATELU, SULAWESI UTARA – Kehadiran crosser muda berbakat M. Athar menjadi salah satu daya tarik utama pada gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region V Seri 2 yang akan berlangsung di Sirkuit Pangeran 05 McJoe, Tatelu, Sulawesi Utara. Pembalap yang dikenal memiliki gaya balap agresif dan konsisten itu datang dengan satu target besar, yakni meraih gelar Juara Umum U23.
Pada kesempatan pertamanya menginjakkan kaki di Sulawesi Utara, Athar mengaku sangat antusias sekaligus bangga bisa menjadi bagian dari tim TRT – Pangeran 05 McJoe.

Kehadirannya di Tatelu merupakan undangan langsung dari Boss Bayo, pemilik tim Pangeran 05 McJoe yang dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam perkembangan grasstrack di wilayah Sulawesi Utara. Athar datang ke Sulawesi Utara tidak sendiri. Ia didampingi oleh sang kakak, Metha, yang selama ini menjadi salah satu sosok penting di belakang perjalanan karier balapnya.
Saat ditemui Grasstrack ID di sela-sela persiapan free practice kemarin sore, Athar mengungkapkan rasa senangnya bisa hadir dan merasakan atmosfer balap di Sulawesi Utara.
“Saya sangat senang bisa berada di sini. Ini pertama kalinya saya datang dan balapan di Sulawesi Utara. Terima kasih kepada Boss Bayo sebagai owner tim Pangeran 05 McJoe yang sudah mengundang saya. Sambutannya luar biasa dan saya merasa sangat nyaman sejak tiba di sini,” ujar Athar.

Alan Bayo, pemilik tim Pangeran 05 McJoe menjadi sosok sentral dalam kehadian Athar di seri Kejurnas yang bakal mulai berlangsung besok di Tatelu Sulawesi Utara. Totalitas dalam pengelolaan tim Pangeran 05 McJoe tak terpungiri sehingga julukan Boss Bayo Gila Balap sering terdengar dari penggemar grasstrack di Sulawesi Utara.
Kehadiran Athar tentu bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Pembalap muda tersebut datang dengan target yang jelas. Ketika ditanya mengenai target yang dipasang pada seri kedua Kejurnas Region V ini, Athar dengan tegas menyebut gelar Juara Umum U23 sebagai sasaran utama.
“Target saya tentu ingin tampil maksimal. Kalau bicara target khusus, saya ingin mengejar Juara Umum U23. Itu yang menjadi fokus utama saya pada event kali ini,” katanya.
Meski demikian, Athar menegaskan bahwa target tersebut tidak akan mudah diraih mengingat persaingan di Kejurnas Grasstrack selalu berlangsung ketat. Banyak pembalap muda berbakat dari berbagai daerah yang juga datang dengan ambisi yang sama. Menurutnya, kunci utama bukan hanya soal kecepatan di atas motor, tetapi juga kesiapan fisik, mental, serta kemampuan membaca karakter lintasan saat balapan berlangsung.

“Semua pembalap yang datang ke Kejurnas pasti punya kualitas. Jadi saya lebih fokus mempersiapkan diri sendiri daripada memikirkan terlalu jauh siapa lawan yang akan dihadapi“
Salah satu hal yang paling menarik perhatian Athar selama berada di Tatelu adalah kualitas lintasan Sirkuit Pangeran 05 McJoe. Setelah mencoba dan melakukan pengamatan terhadap trek yang akan digunakan, ia tak ragu memberikan pujian tinggi.
Menurut Athar, sirkuit tersebut layak masuk dalam jajaran lintasan terbaik yang pernah ia temui selama mengikuti berbagai event grasstrack di Indonesia.
“Menurut saya ini salah satu sirkuit terbaik yang pernah saya lihat selama mengikuti event grasstrack di tanah air. Layout-nya sangat menarik. Jumpingan besar, kemudian dipadukan dengan trek yang panjang dan memiliki speed tinggi. Karakter seperti ini sangat menantang dan membuat balapan menjadi lebih seru,” ungkapnya.

Athar menilai kombinasi antara lintasan cepat dan obstacle yang menantang akan menjadi ujian tersendiri bagi seluruh pembalap. Kesalahan kecil bisa berakibat besar, sehingga setiap rider dituntut tampil fokus sejak sesi latihan hingga balapan berlangsung.
Tak hanya itu, ia juga memuji kerja panitia dan tim penyelenggara yang dinilainya sangat serius dalam mempersiapkan event nasional tersebut.
“Persiapannya terlihat sangat matang. Trek juga dibuat dengan baik. Saya yakin event ini akan berjalan sukses dan bisa menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Sulawesi Utara maupun para penggemar grasstrack dari berbagai daerah,”katanya.

Ketika ditanya mengenai kelas-kelas yang akan diikutinya pada Kejurnas Grasstrack Region V Seri 2, Athar mengaku siap tampil di tiga kategori sekaligus.
“Saya rencananya akan turun di tiga kategori, yaitu kelas Pemula, U23, dan Open,” jelasnya.
Keputusan turun di tiga kategori sekaligus menunjukkan keseriusan Athar dalam mengumpulkan poin sekaligus membuktikan kemampuannya menghadapi berbagai lawan dengan karakter berbeda.
Khusus pada kelas U23 yang menjadi target utamanya, Athar berharap mampu tampil konsisten sejak moto pertama hingga akhir perlombaan. Ia menyadari bahwa gelar juara umum tidak hanya ditentukan oleh kemenangan di satu kelas, tetapi juga konsistensi dalam meraih poin sepanjang seri.Dalam kesempatan yang sama, Athar juga mendapat pertanyaan mengenai siapa pembalap yang dianggap sebagai pesaing terberatnya pada balapan kali ini.
Namun menariknya, pembalap muda tersebut memilih untuk tidak menyebut nama tertentu.
“Kalau soal pesaing terberat, saya tidak mau menyebut nama. Menurut saya semua lawan itu berat. Semua yang datang pasti sudah mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya bukan mencari siapa rival terbesar, melainkan memastikan dirinya sendiri berada dalam kondisi terbaik saat race berlangsung.
“Yang paling penting adalah bagaimana kesiapan saya sendiri ketika race nanti. Kalau persiapan matang, insya Allah hasilnya juga akan mengikuti,” tambah Athar.

Kini seluruh mata tertuju pada aksi pembalap muda tersebut di lintasan Sirkuit Pangeran 05 McJoe. Akankah debut pertamanya di Sulawesi Utara berbuah manis dengan gelar Juara Umum U23 yang menjadi target utama?
Jawabannya akan terungkap saat deru mesin mulai menggema di Tatelu mulai besok sampai dengan hari minggu saat para pembalap terbaik nasional saling adu cepat memperebutkan setiap poin untuk podium tertinggi Kejurnas Grasstrack Region V Seri 2.

